Kamis, 02 Mei 2013

kebutuhan dasar nifas


BAB IV
KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS

     I.          PENDAHULUAN
a.      Deskripsi singkat
Mata kuliah ini membahas tentang kebutuhan dasar ibu masa nifas.
b.      Manfaat
Dengan mempelajari kebutuhan dasar ibu nifas mahasiswa diharapkan akan mampu memberikan asuhan kebidanan  pada ibu nifas secara benar dan mampu memberikan konseling dengan baik mengenai kebutuhan dasar ibu nifas sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi dan menghindari risiko yang muncul selama post partum.
c.       Sasaran Pembelajaran
Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan akan mampu  mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu masa nifas.
  1. Penyajian
Periode postpartum adalah waktu penyembuhan dan perubahan, waktu kembali ke keadaan tidak hamil. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti ke keadaan sebelum hamil. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa nifas, maka ibu nifas membutuhkan diet yang cukup kalori dan protein, membutuhkan istirahat yang cukup dan sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan yang sibutuhkan ibu nifas antara lain:
A.    NUTRISI DAN CAIRAN
Ø  Nutrisi
Nutrisi yang dikonsumsi harus bermutu tinggi, bergizi dan cukup kalori. Kalori bagus untuk proses metabolism tubuh, kerja organ tubuh, proses pembentukan ASI. Wanita dewasa membutuhkan 2.200 kalori. Ibu menyusui memerlukan kalori yang sama dengan wanita dewasa + 700 kalori pada 6 bulan pertama kemudian + 500 kalori bulan selanjutnya.
Gizi Ibu Menyusui
1.         Mengkonsumsi tanbahan 500 kalori tiap hari.
2.         Makan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral, dan vitamin yang cukup.
3.         Minum sedikitnya 3 liter setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui)
4.         Pil zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin.
5.         Minum vitamin A (200.000 unit) agar bias memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASInya.
Sesudah satu bulan pasca persalinan, makanlah makanan yang mengandung kalori cukup banyak untuk mempertahankan berat badan si ibu.


Tujuan pemenuhan nutrisi
1.         Memulihkan kesehatan
2.         Pembentukan dan pengeluaran ASI
Adapun manfaat nutrisi dan cairan untuk ibu nifas:
1.    Memberi tenaga atau energi
2.    Membangun, memelihara dan mengganti jaringan tubuh yang rusak.
3.    Mengatur dan mengkoordinir pekerjaan tubuh.
4.    Menjaga kecukupan ASI.
Jika ibu ingin menyusui bayi kembar dua, kembar tiga atau bayi baru lahir beserta dengan kakaknya yang balita ibu membutuhkan kalori lebih banyak daripada ibu menyusui satu bayi saja. Jika ibu ingin menurunkan berat badan batasi besarnya penurunan tersebut sampai setengah kilogram perminggu. Pastikan diet ibu mengandung 1500 kalori dan hidrusi diet cairan atau obat-obatan pengurus badan.
Anjuran pemenuhan nutrisi dan cairan untuk ibu nifas:
1.    Makan 5 – 6 kali sehari, yaitu 3 kali makanan utama dan 2 – 3 kali makanan selingan.
2.    Menu berpedoman pada menu seimbang.
3.    Memilih makanan dan minuman yang berkhasiat dan memberi efek positif bagi produksi ASI.
4.    Menghindari makanan yang pedas, yang merangsang kembung dan yang terlalu manis dan berlemak (pantangan).

Zat – zat yang dibutuhkan ibu pasca persalinan antara lain:
1.             Kalori
Kebutuhan kalori pada masa menyusui sekitar 400 – 500 kalori. Wanita dewasa memerlukan 1800 kalori per hari. Sebaiknya ibu nifas jangan mengurangi kebutuhan kalori, karena akan mengganggu proses metabolisme tubuh dan menyebabkan ASI rusak.
2.             Protein
Kebutuhan protein yang dibutuhkan adalah 3 porsi perhari. Satu porsi setara dengan tiga gelas susu, 2 butir telur, lima putih telur, 120 gram keju, 1¾ gelas yoghurt, 120-140 gram ikan/ daging/ ungags, 200-240 gram tahu atau 5 – 6 sendok selai kacang.
3.      Kalsium dan vitamin D
Kalsium dan vitamin D berguna untuk pembentukan tulang dan gigi. Kebutuhan kalsium dan vitamin D didapat dari minum susu rendah kalori atau berjemur dipagi hari. Konsumsi kalsium pada masa menyusui meningkat menjadi 5 porsi erhari. Satu porsi setara dengan 50-60 gram keju, satu cangkir susu krim, 160 gram ikan salmon, 120 gram ikan sarden, 280 gram tahu kalsium.
4.      Magnesium
Magnesium dibutuhkan sel tubuh untuk membantu gerak otot, fungsi syaraf dan memperkuat tulang. Kebutuhan magnesium di dapat pada gandum dan kacang-kacangan.

5.      Sayuran hijau dan buah
Kebutuhan yang diperlukan sedikitnya 3 porsi satu hari, satu porsi setara dengan ⅛ semangka, ¼ manga, ¾ cangkir brokoli, ½ wortel, ¼ - ½ cangkir sayuran hijau yang telah dimasak, satu tomat.
6.      Karbohidrat
Selama menyusui kebutuhan karbohidrat diperlukan 6 porsi perhari. Satu porsi setara dengan ½ cangkir nasi, ¼ cangkir jagung pipil, satu porsi sereal atau oat, satu iris roti dari bijian utuh, ½ kue muffin dari bijian utuh, 2 – 6 biskuit kering atau crackers, ½ cangkir kacang-kacangan, ⅔ cangkir kacang koro, atau 40 gram mie/ pasta dari bijian utuh.
7.      Lemak
Rata – rata kebutuhan lemak dewasa adalah 4½ lemak (14 gram perporsi) perharinya. Satu porsi lemak sma dengan 80 gram keju, 3 sendok makan kacang tanah atau kenari, 4 sendok makan krim, secangkir eskrim, ½ buah alpukat, 2 sendok makan selai kacang, 120 – 140 gram daging tanpa lemak, Sembilan kentang goring, 2 iris cake, satu sendok makan mayones atau mentega, atau 2 sendok makan saus salad.
8.      Garam
Selama periode nifas, hindari konsumsi garam berlebihan. Hindari makanan asin, keripik kentang atau acar.



9.      Cairan
Konsumsi cairan sebanyak 8 gelas perhari. Minumsedikitnya 3 liter tiap hari. Kebutuhan akan cairan diperoleh dari air putih, sari buah, susu dan sup.
10.  Vitamin
Kebutuhan vitamin selama menyusui sangat dibutuhkan. Vitamin yang dibtuhkan antara lain:
a.         Vitamin A yang berguna bagi kesehatan kulit, kelenjar serta mata. Vitamin A terdapat dalam telur, hati dan keju. Jumlah yang dibutuhkan adalah 1,300 mg.
b.         Vitamin B6 membantu penyerapan protein dan meningkatkan fungsi syaraf. Asupan B6 sebanyak 2-0 mg perhari. Vitamin B6 dapat ditemi di daging, hati, padi-padian, kacang polong dan kentang.
c.         Vitamin E berfungsisebagai antioksidan, meningkatkan stamin dan daya tahan tubuh. Terdapat dalam makanan berserat, kacang-kacangan, minyak nabati dan gandum.
11.  Zinc (Seng)
Berfungsi untuk kekebalan tubuh, penyembuhan luka dan pertumbuhan. Kebutuhan zinc didapat dalam daging, telur dan gandum. Enzim dalam pencernaan dan metabolism memerlukan seng. Kebutuhan seng tiap hari sekitar 12 mg. sumber seng terdapat pada seafood, hati dan daging.


12.  DHA
DHA penting untuk perkembangan daya lihat dan mental bayi. Asupan DHA berpengaruh langsung pada kandungan dalam ASI. Sumber DHA ada pada telur, otak, hati dan ikan. 
Tabel. Contoh menu sehari-hari ibu nifas dan menyusui
Jenis makanan 
Bayi 0 – 6 bulan
Bayi > 6 bulan
Nasi
5 piring
4 piring
Ikan
3 potong
2 potong
Tempe
5 potong
4 potong
Sayuran
3 mangkuk
3 mangkok
Buah
2 potong
2 potong
Gula
5 sdm
5 sdm
Susu
1 gelas
1 gelas
Air
8 gelas
8 gelas

B.     AMBULASI
Setelah bersalin, ibu akan merasa lelah. Oleh karena itu, ibu harus sehat. Mobilisasi yang dilakukan tergantung pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka.
Ambulasi dini (early ambulation) adalah mobilisasi segera setelah ibu melahirkan dengan membimbing ibu untuk bangun dari tempat tidurnya. Ibu postpartum diperbolehkan bangun dari tempat tidurnya 24 – 48 jam setelah melahirkan. Anjurkan ibu untuk memulai mobilisasi dengan miring kanan/kiri, duduk kemudian berjalan.
Keuntungan ambulasi dini adalah:
1.         Ibu merasa lebih sehat dan kuat.
2.         Fungsi usus, sirkulasi, paru-paru dan perkemihan lebih baik.
3.         Memungkinkan kita mengajrkan ibu cara merawat anakanya selama ibu masih dirumah sakit. Misalnya memandikan, mengganti pakaian, dan memberi makan.
4.         Lebih sesuai dengan keadaan Indonesia (social ekonomis).
Menurut penelitian tidak berpengaruh buruk, tidak menyebabkan perdarahan abnormal, tidak mempengaruhi penyembuhan luka episiotemi maupun luka diperut, serta tidak memperbesar kemungkinan prolapses uteri. Early ambulation tidak dianjurkan pada bu postpartum dengan penyulit, seperti anemia, penyakit jantung, penyakit paru-paru, demam, dan sebagainya.

C.    ELIMINASI
Ø  BAK/ Miksi
Buang air kecil sendiri sebaiknya dilakukan  secepatnya. Miksi normal bila BAK spontan setiap 3-4 jam. Kesulitan BAK dapat disebabkan karena springter uretra tertekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi muskulo spingter ani selama persalinan, atau dikarenakan oedem kandung kemih selama persalinan. Lakukan kateterisasi apabila kandung kemih penuh dan sulit berkemih.
Ø  Defekasi / BAB
Ibu diharapkan dapat BAB sekitar 3-4 hari postpartum. Apabila mengalami kesuliatan BAB atau obstipasi, lakukan diet teratur ; cukup cairan : konsumsi makanan berserat; olahraga; berikan obat rangsangan per oral atau per rektal atau lakukan klisma bilamana perlu

D.    KEBERSIHAN DIRI
Kebersihan diri berguna untuk mengurangi infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman. Kebersihan diri meliputi kebersihan tubuh, pakaian, tempat tidur maupun lingkungan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan ibu postpartum dalam menjaga kebersihan diri, adalah sebagai berikut:
1.                  Mandi teratur minimal 2 kali sehari
2.                  Mengganti pakaian dan alas tempat tidur
3.                  Menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal
4.                  Melakukan perawatan perineum
5.                  Mengganti pembalut minimal 2 kali sehari
6.                  Mencuci tangan setiap membersihkan daerah genitalia.
Berikut mengenai cara membersihkan vagina yang benar           :
1.    Siram mulut vagina hingga bersih dengan air setiap kali BAK dan BAB. Air yang dipergunakan tak perlu matang asalkan bersih. Basuh dari arah depan ke belakang hingga tidak adda sisa-sisa kotoran yang menempel disekitar vagina baik itu dari air seni maupun feses yang mengandung kuman dan bisa menimbulkan infeksi pada luka jahitan.
2.    Vagina boleh dicuci menggunakan sabun maupun cairan antiseptic karena dapat berfungsi sebagai penghilang kuman. Yang penting jangan takut memegang daerah tersebut dengan saksama.
3.    Bila ibu benar-benar takut menyentuh luka jahitan, upaya menjaga kebersihan vagina dapat dilakukan dengan cara duduk berendam dalam cairan antiseptic selama 10 menit. Lakukan setelah BAK atau BAB.
4.    Yang kadang terlupakan, setelah vagina dibersihkan, pembalutnya tidak diganti. Bila seperti itu caraya maka akan percuma saja. Bukankah pembalut tersebut sudah dinodai darah dan kotoran? Berarti bila pembalut tidak diganti, maka vagina akan tetap lembab dan kotor.
5.    Setelah dibasuh, keringkan perineum dengan handuk lembut, lalu kenakan pembalut baru. Ingat pembalut harus diganti setiap habis BAK atau BAB atau minimal 3 jam sekali atau bila sudah dirasa tidak nyaman.
6.    Setelah semua langkah tadi dilakukan, perineum dapat diolesi salep antibiotic yang diresepkan oleh dokter.

E.       ISTIRAHAT
Istirahat yang memuaskan bagi ibu yang baru merupakan masalah yang sangat penting sekalipun kadang-kadang tidak mudah dicapai. Keharusan ibu untuk beristirahat sesudah melahirkan memang tidak diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan yang berat dan banyak keadaan yang menganggu lainnya, plus pekerjaan bersalin. Dengan tubuh yang letih dan mungkin pula pikiran yang sangat aktif, ibu sering perlu diingatkan dan dibantu agar mendapat istirahat yang cukup.
Hal – hal yang dapat dilakukan ibu dalam memenuhi kebutuhan istirahatnya antara lain:
1.                Anjurkan ibu untuk cukup istirahat.
2.                Sarankan ibu untuk melakukan kegiatan rumah tangga secara perlahan.
3.                Tidur siang atau istirahat saat bayi tidur.
Kurang istirahat dapat menyebabkan:
1.                Jumlah ASI berkurang.
2.                Memperlambat proses involusio uteri.
3.                Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan dalam merawat bayi.
.
F.       AKTIVITAS SEKSUAL
Aktivitas seksual yang dapat dilakukan oleh ibu masa nifas harus memenuhi syarat sebagai berikut ini:
1.      Secara fisik aman memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri, maka ibu aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap.
2.      Banyak buadaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. Keputusan ini bergantung pada pasangan yang bersangkutan.
Hal yang dapat menyebabkan pola seksual selama nifas berkurang antara lain:
1.                Gangguan/ ketidaknyamanan fisik.
2.                Kelelahan.
3.                Ketidakseimbangan hormone.
4.                Kecemasan berlebihan.

G.    SENAM NIFAS
Senam Nifas adalah senam yang dilakukan oleh ibu setelah persalinan, setelah keadaan ibu normal ( pulih kembali ) . senam nifas merupakan latihan yang tepat untuk memulihkan kondisi tubuh ibu dan keadaan ibu secara pisiologis maupun psikologis. Wanita yang setelah persalina seringkali mengeluhkan bentuk tubuhnya yang melar. Hal ini dapat dimaklumi karena merupakan akibat membesarnya otot rahim karena pembesaran selama kehamilan dan otot perut jadi memanjang sesuai usai kehamilan yang terus bertambah . setelah persalinan, otot otot tersebut akan mengendur. Selain itu, peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal. Hingga untuk mengembalikan tubuh ke bentuk dan kondisi semula salah satunya dengan melakukan senam nifas yang teratur di samping anjuran-anjuran lainnya.
Beberapa factor yang menentukan kesiapan ibu untuk memulai senam nifas antara lain :
1.         Tingkat kebugaran tubuh ibu
2.         Riwayat persalinan
3.         Kemudahan bayi dalam pemberian asuhan
4.         Kesulitan adaptasi postpartum.
Tujuan senam nifas:
1.                                 Membantu mempercepat pemulihan kondisi ibu.
2.                                 Mempercepat proses involusio uteri.
3.    Membantu memulihkan dan mengencangkan otot panggul, perut, dan perineum.
4.    Memperlancar pengeluaran lokhia.
5.    Membantu mengurangi rasa sakit.
6.    Merelaksasikan otot-otot yang menunjang proses kehamilan dan persalinan.
Manfaat senam nifas
1.    Membantu memperbaiki sirkulasi darah
2.    Memperbaiki sikap tubuh dan punggung pasca persalinan.
3.    Memperbaiki otot tonus, pelvis dan peregangan otot abdomen.
4.    Memperbaiki dan memperkuat otot panggul.
5.    Membantu ibu lebih relaks dan segar pasca persalinan.
Senam nifas dilakukan pada saat ibu benar-benar pulih dan tidak ada komplikasi atau penyulit masa nifas atau diantara waktu makan. Sebelum senam nifas, persiapan yang dapat dilakukan adalah :
1.    Mengenakan baju yang nyaman untuk olahraga.
2.    Minum banyak air putih
3.    Dapat dilakukan di tempat tidur.
4.    Dapat diiringi musik
5.    Perhatikan keadaan ibu.
Latihan senam nifas yang dapat dilakukan antara lain :
1.         Senam otot dasar panggul (dapat dilakukan setelah 3 hari pasca persalinan)
Langkah-langkah senam otot dasar panggul : kerutkan atau kencangkan otot sekitar vagina, seperti kita menahan BAK selama 5 detik, kemudian kendorkan selama 3 detik, selajutnya kencangkan lagi. Mulailah dengan 10 kali 5 detik pengencangan otot 3 kali sehari, secara bertahap lakukan senam, ini sampai mencapai 30-50 kali 5 detik dalam sehari.
2.    Senam otot perut (dilakukan setelah 1 minggu nifas)
Senam dilakukan dengan posisi berbaring dan lutut tertekuk pada alas yang datar dank eras. Mulailah dengan melakukan 5 kali per hari untuk setiap jenis senam di bawah ini. Setiap minggu tambahkan frekuensinya dengan 5 kali lagi, maka pada akhir masa nifas setiap jenis senam ini dilakukan 30 kali.
Langkah-Langkah senam otot perut :
a.       Menggerakkan panggul
·      Ratakan bagian bawah punggung dengan alas tempat berbaring
·      Keraskan otot perut atau panggul, tahan sampai 5 hitungan, bernafas biasa
·      Otot kembali relaksasi, bagian bawah punggung kembali ke posisi.
b.      Bernafas dalam
Tariklah nafas dalam-dalam dengan tangan diatas perut. Perut dan tangan diatasnya akan tertarik keatas. Tahan selam 5 detik. Keluarkan nafas panjang. Perut dan tangan diatasnya akan terdorong kebawah. Kencangkan otot perut dan tahan selama 5 detik.
c.       Menyilangkan tungkai
Lakukan posisi seperti pada langkah A. pada posisi tersebut, lakukan tumit ke pantat. Bila hal ini tak dapat dilakukan, maka dekatkan tumit ke pantat sebisanya. Tahan selama 5 detik, pertahankan bagian bawah punggung tetap rata.
d.      Menekukkan tubuh
Lakukan posisi seperti langkah A. tarik dengan menarik dagu dan mengangkat kepala. Keluarkan nafas dan angkat kedua bahu untuk mencapai kedua lutut. Tahan selama 5 detik. Tariklah nafas sambil ke posisi dalam 5 hitungan.
e.       Bila kekuatan tubuh semakin baik, lakukan sit-up yang lebih sulit.
Dengan kedua lengan diatas dada. Selanjutnya tangan di belakang kepala, ingatlag untuk tetap mengencangkan otot perut. Bagian bawah punggung tetap menempel pada alas tempat berbaring.
Catatan : Bila ibu merasa pusing, merasa sangat lelah atau darah nifas yang keluar bertambah banyak, ibu sebaiknya menghentikan latihan senam nifas. Mulai lagi beberapa hari kemudian dan membatasi pada latihan senam yang dirasakan tidak terlalu melelehkan.
   III.          Penutup
1.      Kesimpulan
Perempuan masa nifas perlu dipenuhi kebutuhannya untuk bisa memulihkan kondisi setelah melahirkan dan untuk persiapan laktasi supaya bayinya tumbuh kembangnya berjalan dengan normal. Kebutuhan yang essensial dari perempuan nifas meliputi.
a.       Nutrisi dan cairan
b.      Ambulasi
c.       Eliminasi
d.      Istirahat
e.       Kebersihan diri
f.       Seksual
g.      Latihan/ senam nifas
2.      Tes formatif
Soal:
1.      Sebutkan 7 kebutuhan dasar ibu nifas!
2.      Sebutkan manfaat nutrisi dan cairan pada masa nifas!
3.      Sebutkan perawatan kebersihan diri yang harus dilakukan oleh ibu!
4.      Sebutkan tujuan dan manfaat dari senam nifas!
Kunci jawaban:
1.      7 kebutuhan dasar ibu nifas yaitu:
a.       Nutrisi dan cairan
b.      Ambulasi
c.       Eliminasi
d.      Istirahat
e.       Kebersihan diri
f.       Seksual
g.      Latihan/ senam nifas
2.      Manfaat nutrisi dan cairan:
a.       Memberi tenaga atau energy
b.      Membangun, memelihara dan mengganti jaringan tubuh yang rusak.
c.       Mengatur dan mengkoordinir pekerjaan tubuh.
d.      Menjaga kecukupan ASI.
3.      Perawatan kebersihan diri
a.       Mandi teratur minimal 2 kali sehari
b.      Mengganti pakaian dan alas tempat tidur
c.       Menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal
d.      Melakukan perawatan perineum
e.       Mengganti pembalut minimal 2 kali sehari
f.       Mencuci tangan setiap membersihkan daerah genitalia.
4.      Tujuan senam nifas:
a.       Membantu mempercepat pemulihan kondisi ibu.
b.      Mempercepat proses involusio uteri.
c.       Membantu memulihkan dan mengencangkan otot panggul, perut, dan perineum.
d.      Memperlancar pengeluaran lokhia.
e.       Membantu mengurangi rasa sakit.
f.       Merelaksasikan otot-otot yang menunjang proses kehamilan dan persalinan.
Manfaat senam nifas:
a.       Membantu memperbaiki sirkulasi darah
b.      Memperbaiki sikap tubuh dan punggung pasca persalinan.
c.       Memperbaiki otot tonus, pelvis dan peregangan otot abdomen.
d.      Memperbaiki dan memperkuat otot panggul.
e.       Membantu ibu lebih relaks dan segar pasca persalinan.
3.      Umpan balik
                                 a.          Jika anda dapat mengerjakan seluruh soal dengan benar, maka anda dapat lanjut ke BAB selanjutnya.
                                b.          Jika anda hanya dapat mengerjakan 3-4 soal dengan benar, maka anda harus mengulangi mempelajari materi pada soal yang anda jawab salah tersebut.
                                 c.          Jika anda hanya dapat mengerjakan 1-2 soal dengan benar atau bahkan tidak dapat mengerjakan satu soalpun, maka anda harus mengulangi mempelajari BAB ini.
4.      Daftar pustaka
                                 a.          Ari Sulistyawati. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Yogyakarta: Penerbit Andi.
                                b.          Lusa. 2011. Kebutuhan Dasar Ibu Nifas. http://www.lusa.web.id/kebutuhan-dasar-ibu-nifas/
                                 c.          Siti Saleha. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
                                d.          Damayanti. 2011. Asuhan kebidanan masa nifas. Refika Aditama. Bandung.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar